Kumpulan Hadits Nabi Wacana Ikhlas

Kumpulan Hadits Nabi Tentang Ikhlas - Dalam bederma kita dituntut untuk selalu menjaga amal tersebut dan senantiasa selalu melakukannya dengan ikhlas. nrimo sendiri wajib menyertai semua perilaku dan amal perbuatan kita biar apa yang kita kerjakan tepat disisi ALLAH SWT dan tidak sia sia belaka. dengan selalu meniatkan apa yang kita kerjakan semata mata hanya untuk mendapatkan ridho ALLAH SWT, maka insyaallah amal kita akan diterima olehnya.

Bahkan dikatakan bahwa amal yang tidak disertai dengan keikhlasan atau dikerjakan bukan alasannya ALLAH SWT, maka semua hanya sia sia belaka. maka dari itu mulai dari kini kita harus selalu melatih diri sendiri untuk mencar ilmu nrimo dalam menjalankan sesuatu, nrimo dalam beribadah kepada ALLAH SWT, nrimo ketika mendapatkan problem dan nrimo dalam setiap keadaan biar hidup kita berkah dan senang tidak hanya di dunia, namun di alam abadi nanti.

Pentingnya perkara tulus ihklas ini telah berkali kali disinggung dalam Al-Quran dan hadist Nabi. Banyak sekali hadits ihwal nrimo yang menjadi tumpuan mengenai perkara nrimo ini. alasannya berbahaya jikalau kita mengerjakan kebaikan bukan alasannya ALLAH SWT, namun alasannya ingin dipuji dan dilihat insan lain. ini terang merugikan diri kita sendiri. bukan pahala yang didapat, tapi malah dosa riya'.

Masuknya sifat riya, ujub dan besar hati diri sanggup masuk kedalam hati siapa saja dengan sangat halus dan kita bahkan tidak merasakannya. para ulama terdahulu bahkan berjuang sekuat tenaga untuk meraih keikhlasan secara tepat biar ibadah mereka benar benar semata mata hanya alasannya ALLAH SWT. ALLAH SWT mengetahui apa apa yang ada didalam hati kita dan bagaimana niat kita sesungguhnya sebagaimana firmannya berikut ini :

‏قل إن تخفوا ما في صدوركم أو تبدوه يعلمه الله

"Katakanlah - wahai Muhammad, sekalipun engkau  semua sembunyikan apa-apa yang ada di dalam hatimu ataupun engkau sekalian tampakkan, niscaya diketahui juga oleh Allah." (ali-lmran: 29)

Untuk lebih jelasnya lagi mengenai ihklas. berikut ini kami rangkum daftar kumpulan hadist hadits Nabi Muhammad SAW tentang ikhlas dalam teks/tulisan arab dan latin lengkap beserta arti/terjemahannya dalam bahasa indonesia . . .

 Dalam bederma kita dituntut untuk selalu menjaga amal tersebut dan senantiasa selalu mela Kumpulan Hadits Nabi Tentang Ikhlas

Kumpulan Hadits Nabi Tentang Ikhlas


عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رضي الله عنه قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ : إنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ – وَفِي رِوَايَةٍ : بِالنِّيَّةِ – وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ، فَهِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا ، فَهِجْرَتُهُ إلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ .

Terjemah Dari Umar bin Khaththab ra, ia berkata; Aku mendengar Rasulullah saw bersabda; Amal itu hanyalah dengan niat, dan bagi setiap orang (balasan) sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barangsiapa berhijrah (dengan niat) kepada Allah dan RasulNya, maka (ia mendapatkan balasan) hijrahnya kepada Allah dan RasulNya, dan barangsiapa berhijrah (dengan niat) kepada (keuntungan) dunia yang akan diperolehnya, atau perempuan yang akan dinikahinya, maka (ia mendapatkan balasan) hijrahnya kepada apa yang ia hijrah kepadanya.

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda,

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص : اِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ اِلىَ اَجْسَامِكُمْ وَلاَ اِلىَ صُوَرِكُمْ وَ لٰكِنْ يَنْظُرُ اِلىَ قُلُوْبِكُمْ. مسلم
“Sesungguhnya Allah tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat (menilai) keikhlasan hatimu”. [HR. Muslim]

 وَ رَوَى اْلبُخَارِيُّ وَ مُسْلِمٌ: لَوْ اَنَّ اَحَدُكُمْ يَعْمَلُ فىِ صَخْرَةٍ صَمَّاءَ لَيْسَ لَهَا بَابٌ وَ لاَ كَوَّةٌ لَخَرَجَ عَمَلُهُ كَائِنًا مَا كَانَ. متفق عليه

“Seandainya salah seorang di antara kau melaksanakan suatu perbuatan di dalam gua yang tidak ada pintu dan lubangnya, maka amal itu tetap akan sanggup keluar (tetap dicatat oleh Allah) berdasarkan keadaannya”. [HR. Bukhari dan Muslim]

Barangsiapa memberi alasannya Allah, menolak alasannya Allah, menyayangi alasannya Allah, membenci alasannya Allah, dan menikah alasannya Allah, maka sempurnalah imannya. (HR. Abu Dawud)

“Apabila Allah menurunkan adzab kepada sekelompok kaum, maka adzab itu akan menimpa orang-orang yang berada di dalamnya. Kemudian mereka akan dibangkitkan berdasar niat mereka masing-masing” [HR. Bukhari dan Muslim]

Barangsiapa memurkakan (membuat marah) Allah untuk meraih keridhaan insan maka Allah murka kepadanya dan mengakibatkan orang yang semula meridhoinya menjadi murka kepadanya. Namun barangsiapa meridhokan Allah (meskipun) dalam kemurkaan insan maka Allah akan meridhoinya dan meridhokan kepadanya orang yang pernah memurkainya, sehingga Allah memperindahnya, memperindah ucapannya dan perbuatannya dalam pandanganNya. (HR. Ath-Thabrani)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Orang yang paling berbahagia dengan syafa’atku kelak pada hari final zaman yakni orang yang mengucapkan la ilaha illallah dengan nrimo dari dalam hati atau dirinya.” (HR. Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu)

Barangsiapa memperbaiki hubungannya dengan Allah maka Allah akan menyempurnakan hubungannya dengan manusia. Barangsiapa memperbaiki apa yang dirahasiakannya maka Allah akan memperbaiki apa yang dilahirkannya (terang-terangan). (HR. Al Hakim)

Maukah kukabarkan kepada kalian mengenai sesuatu yang lebih saya takutkan menyerang kalian daripada al-Masih ad-Dajjal?”. Para sahabat menjawab, “Mau ya Rasulullah.” Beliau berkata, “Yaitu syirik yang samar. Tatkala seorang berdiri menunaikan sholat lantas membagus-baguskan sholatnya alasannya merasa dirinya diperhatikan oleh orang lain.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah, al-Bushiri berkata sanadnya hasan)

Seorang sahabat berkata kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, seseorang melaksanakan amal (kebaikan) dengan dirahasiakan dan bila diketahui orang dia juga menyukainya (merasa senang)." Rasulullah Saw berkata, "Baginya dua pahala yaitu pahala dirahasiakannya dan pahala terang-terangan." (HR. Tirmidzi)

Agama ialah keikhlasan (kesetiaan atau loyalitas). Kami kemudian bertanya, "Loyalitas kepada siapa, ya Rasulullah?" Rasulullah Saw menjawab, "Kepada Allah, kepada kitabNya (Al Qur'an), kepada rasulNya, kepada penguasa muslimin dan kepada rakyat awam." (HR. Muslim)

Nabi s.a.w. telah bersabda: "Yang sangat saya takuti atas kau yakni syirik kecil". Sahabat bertanya: "Ya Rasulullah apakah syirik kecil itu." Jawab baginda: "Riya'. Pada hari pembalasan kelak Allah berkata kepada mereka; pergi lah kau kepada orang-orang yang dahulu kau bederma kerana mereka di dunia, lihatlah disana kalau-kalau kau menerima kebaikkan dari mereka."

Dari Abu Hurairah r.a., Nabi s.a.w bersabda:
Ada kalanya orang yang berpuasa tidak menerima apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga, dan ada kalanya orang yang bangun malam tidak mendapar apa-apa dari ibadatnya kecuali mengantuk, yakni tidak menerima pahala dari amalnya.

Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila hari Khiamat maka Allah akan menghukum diantara para makhluk dan semua umat bertekuk lutut.
Yang pertama akan dipanggil ialah orang yang pandai alQur'an, orang yang mati fisabilillah dan orang kaya.

Maka Allah bertanya kepada orang yang pandai AlQur'an: Tidak kah Aku telah mengajarkan kepada mu atas apa yang Aku turunkan kepada utusanku.
Jawab orang itu: Benar Tuhan ku.
Firman Allah: Lalu apakah yang telah kau lakukan atas apa yang kau ketahui itu.
Jawabnya: Aku telah mempelajarinya di waktu malam dan mengamalkannya di waktu siang.
Firman Allah: Dusta kau.
Malaikat juga berkata: Dusta kau, bekerjsama engkau hanya ingin di gelar qari dan mahir dalam AlQur'an, dan sudah disebut sedemikian itu.

Lalu dipanggil orang kaya dan ditanya: Apa yang engkau telah perbuatkan terhadap harta yang telah Aku kurniakan itu?
Jawabnya: Aku telah mengunakannya untuk membantu sanak saudara dan bersedekah.
Firman Allah: Dusta kau
Para Malaikat juga berkata: Dusta kau, kau berbuat begitu hanya ingin disebut sebagai dermawan, dan sudah populer demikina itu.

Lalu dihadapkan orang yang mati syahid berjihad fisabilillah, ditanya: Kenapa kau terbunuh?
Jawabnya: Aku telah berperang untuk menegakkan agama Mu sehingga saya terbunuh.
Allah berfirman: Dusta engkau.
Malaikat juga berkata: Dusta engkau, engkau hanya ingin disebut satria yang gagah berani dan sudah disebut demikian itu.

Kemudian Nabi s.a.w memukul paha ku sambil bersabda: HaiAbu Hurairah, ketiga-tiga orang itu lah yang pertama di bakar didalam api neraka pada hari khiamat.

Dari Umamah ra, dia berkata : “seseorang pria tiba kepada Rasulullah saw, dan bertanya : “bagaimana pendapat Tuan akan seorang pria yang tampil ke medan laga, untuk berperang dengan tujuan mencari upah dan nama...? apa yang ia dapat...? Rasulullah saw menjawab : “ia tidak memperoleh apa-apa.” Laki-laki itu bertanya hingga tiga kali, Rasul saw tetap menjawab : “ia tidak memperoleh apa-apa”.
Kemudian dia bersabda :
“Allah ‘Azza wa Jalla tidak mendapatkan suatu amalan kecuali apabila dilaksanakan dengan nrimo demi mencari keridhaan-Nya semata” (HR. Abu Daud & Nasa’i)

Sahabat Sa'ad bin Abi Waqash ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Nafkah yang kau keluarkan semata-mata mencari keridhaan Allah, akan mendatangkan pahala besar bagimu. Dan termasuk menerima pahala besar pula nafkah yang kau berikan kepada istrimu." (HR. Bukhari).

Sekian mengenai kumpulan hadits ihwal ikhlas. semoga kumpulan hadits diatas sanggup mengakibatkan kita seorang muslim yang mempunyai sifat nrimo dan meniatkan segala amal sholeh kita hanya untuk ALLAH SWT. cukuplah dengan riho dan kebanggaan dari ALLAH SWT. wallahu a'lam.
Buat lebih berguna, kongsi:
close